Metro

Asroni ASN Metro Geluti Usaha Sampingan Ternak Bebek Peking

Metro SL – Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Metro memilih menggeluti ternak bebek peking sebagai usaha sampingannya. Pasalnya, sangat menguntungkan karena tidak memerlukan lahan yang besar dan memiliki sedikit resiko.

Demikian disampaikan, Muhammad Asroni (45), saat ditemui di kandang ternak bebeknya, di Desa Gondang Rejo, RT.14 RW/IV, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, Minggu (29/1/2023).

Menurutnya, ternak bebek peking ini sangat menjanjikan, dimana bebek merupakan unggas yang tahan dengan penyakit tidak seperti jenis unggas lainnya.

“Ya, kalau bebek ini lebih tahan, dibandingkan dengan jenis
puyuh dan ayam,” ucapnya.

Selain itu, budidaya bebek peking cukup mudah, sehingga tidak memerlukan keterampilan khusus, cukup bermodal tekun dan teliti saat merawatnya.

Tak hanya itu, budidaya ternak ini juga dinilai menguntungkan, dimana masih banyak rumah makan yang membutuhkan stok bebek potong. Sedang peternaknya terbilang masih sedikit.

“Jadi, kami saja masih sering kekurangan stok untuk pengiriman ke beberapa rumah makan itu, karena sekarang kan hampir setiap rumah makan menyediakan menu bebek,” ujar Muhammad Asroni.

Muhammad Asroni yang merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Metro tersebut mengaku saat ini bisa mendapatkan penghasilan mencapai Rp 5 juta per masa panen dengan perkiraan kurang lebih Rp 30 juta.

Lanjutnya, ia juga mengatakan telah menggeluti budidaya bebek peking sejak empat tahun silam. Dengan bermodalkan 35 ekor bebek betina dan tujuh bebek jantan serta alat penetas telur dengan kapasitas 150 butir.

“Alhamdulillah sampai saat ini sudah mempunyai 300 ekor betina, puluhan ekor jantan serta box penetas dengan kapasitas 400 sampai 500 butir telur,” ujar Asroni sambil menunjukkan kandang dan penetas telur bebek miliknya.

Lanjutnya, situasi kandang pun cukup ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara atau tidak berbau. Oleh karenanya, cocok untuk masyarakat yang tinggal di permukiman.

“Jadi, ini tidak memerlukan lahan yang besar juga tidak berbau menyengat seperti yang lainnya tetapi dengan cara olah kandang yang tepat,” jelasnya.

Asroni juga mengatakan, dari awal dirinya menggeluti dunia budidaya bebek tersebut belum pernah mengalami kendala yang berarti.

“Iya karena lebih tahan ya, dulu saya sempat ternak puyuh, ayam juga pernah tapi sekalinya kena flu habis. Nah ini dari awal memang gak ada kendala cuma kita kasih makan 2 kali sehari cukup. Bebek ini juga kalau beda ukuran tidak membahayakan bebek lainnya yang ukurannya lebih kecil, jadi lebih survive dia,” pungkasnya.(Ema)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *