Wali Kota Metro Melayat Korban Penembakan di Ganjar Asri, Imbau Warga Waspadai Pinjaman Ilegal

oleh -377 Dilihat
banner 468x60

METRO, SL – Pemerintah Kota Metro memastikan kehadirannya di tengah masyarakat menyusul peristiwa penembakan yang menewaskan seorang warga di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat.

Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., didampingi Ketua TP PKK Kota Metro, melayat ke rumah duka almarhum Dedi Kristian Agung di Jalan Bras RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, Minggu (24/5/2026).

banner 336x280

Kedatangan Wali Kota menjadi bentuk empati sekaligus dukungan moril Pemerintah Kota Metro kepada keluarga korban yang tengah menghadapi musibah. Bambang juga menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhum.

Dedi Kristian Agung dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan pada Sabtu malam (23/5/2026), sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa terjadi di kawasan Jalan Khair Bras, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai perkara yang masih ditangani aparat penegak hukum.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Bapak Dedi Kristian Agung. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga dan memastikan pemerintah turut memberikan perhatian kepada warga yang sedang berduka,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, seluruh proses hukum harus diserahkan kepada kepolisian agar fakta mengenai kronologi, motif, maupun pihak-pihak yang terlibat dapat diungkap berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku.

Wali Kota Ingatkan Masyarakat soal Pinjaman

Selain menyampaikan belasungkawa, Bambang mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembiayaan dan pinjam-meminjam. “Ia mengimbau warga memastikan lembaga atau pihak yang menjadi tempat memperoleh pinjaman memiliki legalitas serta mekanisme yang jelas.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua, agar lebih bijak dan berhati-hati dalam urusan pembiayaan maupun pinjaman. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan lembaga keuangan yang memiliki izin resmi dan mengedepankan penyelesaian persoalan secara baik serta sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Menurut Bambang, penyelesaian persoalan utang-piutang semestinya dilakukan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan hukum dan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Metro, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif pascakejadian.

Diduga Bermula dari Persoalan Utang-Piutang

Sementara itu, Lurah Ganjar Asri Ruben Nugroho mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima dari aparat kepolisian, peristiwa tersebut diduga bermula dari persoalan utang-piutang antara korban dan pihak yang kini ditangani dalam perkara tersebut.

Menurut Ruben, saat kejadian korban tengah menjalankan aktivitas usaha UMKM bersama istri dan anaknya. Kemudian datang seseorang yang disebut hendak melakukan penagihan.

Interaksi tersebut diduga berkembang menjadi perselisihan hingga terjadi aksi kekerasan yang mengakibatkan korban mengalami luka tembak.

“Informasi yang kami terima sementara dari aparat penegak hukum, peristiwa ini berawal dari persoalan hutang-piutang yang kemudian berkembang menjadi perselisihan di lokasi kejadian. Saat ini seluruh proses pendalaman dan penanganan berada di bawah kewenangan kepolisian,” ujar Ruben.

Ruben menegaskan, pemerintah kelurahan tidak berada pada posisi untuk menyimpulkan motif maupun kronologi akhir perkara. Seluruh fakta masih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan aparat kepolisian.

“Ia juga mengingatkan masyarakat, agar tidak mudah mengambil keputusan dalam memilih sumber pembiayaan tanpa terlebih dahulu memastikan legalitas dan mekanisme lembaga yang bersangkutan.

“Sebagai pembelajaran bersama, kami mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dan memastikan legalitas lembaga keuangan atau koperasi sebelum melakukan pinjaman. Risiko yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan beban bunga, tetapi juga potensi tekanan, intimidasi, maupun persoalan lain yang dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga,” tuturnya.

Kasus penembakan tersebut selanjutnya menjadi kewenangan aparat kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh, termasuk kronologi, motif, serta aspek hukum terkait penggunaan senjata api.

Pemerintah Kota Metro mengajak masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga situasi keamanan serta ketertiban lingkungan.

Pemerintah hadir untuk keluarga korban, sementara proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. (ADV)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.